Postingan

Menampilkan postingan dengan label Nikel

JOKOWI TAK GENTAR! WALAU KALAH GUGATAN NIKEL DI WTO

Gambar
  JOKOWI TAK GENTAR! WALAU KALAH GUGATAN NIKEL DI WTO   Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melayangkan kata-kata tegas atas kekalahan Indonesia oleh Uni Eropa di Badan Penyelesaian Sengketa atau Dispute Settlement Body (DSB) Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).   Indonesia diketahui kalah gugatan di WTO karena persoalan kebijakan pemerintah Indonesia yang melarang ekspor bijih nikel ke luar negeri.   Meski kalah gugatan nikel di WTO itu, Presiden Jokowi menegaskan bahwa kebijakan hilirisasi bahan mentah akan terus dilanjutkan.   "Kita dibawa ke WTO, baru dua bulan yang lalu kita kalah, tapi keberanian kita menghilirisasi bahan bahan mentah, itu lah yang akan terus kita lanjutkan, meskipun kita kalah di WTO," kata Jokowi dalam silaturahmi relawan Nusantara Bersatu di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (26/11).   Yang paling penting, kata Jokowi, Indonesia harus menjadi negara berani dalam mengambil keputusan dan tidak t...

HILIRISASI NIKEL, SOKONG RI JADI 'RAJA' BATERAI LISTRIK DUNIA

Gambar
                    Indonesia sukses menjalankan hilirisasi nikel. Dalam sekejap, pendapatan negara dari ekspor nikel yang bernilai tambah itu melejit sampai 2.300% atau menjadi Rp 360 triliun dari yang sebelumnya di tahun 2019 hanya Rp 15 triliun.   "Ini sekarang sudah melompat di angka Rp 360 triliun dari Rp 15 triliun. Itu baru satu komoditas, satu barang," mengutip ucapan Presiden RI Joko Widodo, dalam acara BNI Investor Daily Summit 2022, Selasa (11/10/2022).   Komitmen Indonesia menjalankan hilirisasi di sektor pertambangan memang tak main-main, khususnya nikel. Dengan sumber daya nikel yang terbesar di dunia, Indonesia bisa menjadi 'raja baterai listrik di dunia' tatkala nikel bisa dimanfaatkan dari hulu sampai ke hilir.   Sebab, masa depan nikel di pasar global cukup cerah seiring hadirnya industri kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) yang terus tumbuh. Maklum, nikel merupakan bahan baku utama dalam pembuatan ba...

HORE! JOKOWI BERHASIL RAIH CUAN BESAR DARI NIKEL INDONESIA, SEGINI ANGKANYA

Gambar
    Pemerintah Indonesia dapat durian runtuh atau keuntungan negara yang besar dari hasil ekspor nikel yang sudah masuk dalam proses hilirisasi. Keuntungan negara dari ekspor yang di dapat pada tahun ini mencapai sekitar US$ 30 miliar atau Rp 450-an triliun (kurs rupiah Rp 15.300 per dolar AS).   Menteri Investasi atau Kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menyebutkan, sejak pemerintah melarang ekspor bijih nikel ke luar negeri, pemerintah mewajibkan untuk melakukan ekspor nikel melalui barang bernilai tambah lewat hilirisasi.   Hasilnya, pendapatan negara dari ekspor barang bernilai tambah itu melejit secara signifikan. Bahlil merinci, pada tahun 2017 ketika ekspor dilakukan melalui barang mentah, Indonesia hanya mendapatkan US$ 3,3 miliar. Kemudian meningkat di tahun 2021 mencapai US$ 21 miliar. "Dan tahun 2022 US$ 30 miliar," ungkap Bahlil.   Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada, Selasa (11/10/2022) juga memamerkan kesuksesannya dal...