Postingan

Menampilkan postingan dengan label 11 JAM ANIES DI PERIKSA KPK

ANIES MAJU CAPRES TAK SOWAN PRABOWO, GERINDRA UNGKIT MODAL GUBERNUR

Gambar
                    ANIES MAJU CAPRES TAK SOWAN PRABOWO, GERINDRA UNGKIT MODAL GUBERNUR   Politisi partai Gerindra Andre Rosiade menyentil Anies Baswedan tidak sowan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat hendak maju sebagai calon presiden di Pilpres 2024.   Padahal Gerindra mengklaim memberikan modal ke Anies untuk bertarung melawan petahana Basuki T Purnama atau Ahok saat Pilkada DKI Jakarta 2017 silam. Ia menyebut, mungkin bisa saja Anies lupa sampai-sampai dirinya tidak membuka omongan dengan ketua umumnya itu.   “Saya dapat informasi enggak (ditemui), mungkin lupa kali ya, tapi enggak apa apa,” ujar Andre di acara diskusi yang ditayangkan di YouTube, Selasa (15/11).   Andre mengklaim Prabowo merupakan sosok yang mengantarkan sekaligus memberi modal kepada Anies saat maju bersama kader Gerindra Sandiaga Uno.   “Anies kita antarkan jadi Gubernur DKI, dan bukan hanya mengantarkan, kita modalin ...

PERJUDIAN NASDEM USUNG BAPAK POLITIK IDENTITAS

Gambar
                     PERJUDIAN NASDEM USUNG BAPAK POLITIK IDENTITAS   Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah, menilai bahwa langkah Partai NasDem dalam mencalonkan Anies Baswedan sebagai kandidat capres, merupakan salah satu bentuk perjudian.   Hal tersebut dia katakan berdasarkan basis pendukung antara Nasdem dan Anies Baswedan yang berbeda.   Dia menilai, posisi NasDem sebagai partai pendukung pemerintahan Joko Widodo, berseberangan dengan basis pendukung Anies Baswedan yang disimbolkan sebagai oposisi pemerintah.   "Massanya NasDem adalah massa yang senang kepada Pak Jokowi, apa bisa disatukan? Itu perjudian, belum tentu bisa nyatu," kata Fahri pada wartawan di Petra Restauran, Jakarta, Selasa (15/11/22).   Dia menilai, langkah NasDem dalam pengusungan Anies Baswedan untuk menggeret popularitas partai, belum tentu bisa terjadi. Pasalnya, Fahri menilai Nasdem seringkali melawan statmen para oposisi Jo...

VIDEO KEDATANGAN ANIES KE BALI DISAMBUT MERIAH, HOAKS! VIDEO KEDATANGAN ANIES KE BALI DISAMBUT MERIAH, HOAKS!

Gambar
                       VIDEO KEDATANGAN ANIES KE BALI DISAMBUT MERIAH, HOAKS!   Di media sosial muncul video yang menampilkan sejumlah orang tengah memikul dan mengarak sebuah benda secara beramai-ramai. Akun yang mengunggah video mengeklaim bahwa itu adalah momen ketika mayarakat Bali menyambut kedatangan Anies Baswedan di wilayahnya. Namun setelah dilusuri narasi tersebut tidak benar.   Video tersebut bukan momen menyambut kedatangan Anies Baswedan di Bali, namun merupakan upacara Ngaben massal di Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan.   Narasi yang beredar Video yang mengeklaim bahwa Anies Baswedan disambut oleh masyarakat Bali dibagikan oleh akun Facebook ini. Akun tersebut membagikan video yang menampilkan sejumlah orang tengah memikul dan mengarak sebuah bade.   Dalam video tersebut terdapat keterangan: Masyarakat Bali bersukacita menyambut kedatangan Anis di Bali semoga berka...

SETELAH SUMUR RESAPAN, JALUR SEPEDA UNFAEDAH ANIES, DICORET!

Gambar
    SETELAH SUMUR RESAPAN, JALUR SEPEDA UNFAEDAH ANIES, DICORET!   Gubernur Anies Baswedan, lengser pula sejumlah programnya yang ternyata unfaedah. DPRD DKI setelah mengenolkan anggaran sumur resapan, kini giliran bikin nol pula anggaran jalur sepeda 2023 sebesar Rp 38 miliar. Jalur sepeda yang sudah terbangun sebanyak 309,5 Km kemungkinan akan dibongkar, untuk kembali dijadikan sebagai jalur mobil.   Masih terjadi prokontra jalur sepeda warisan Gubernur Anies. Dari kacamata DPRD, jalur sepeda itu lebih banyak mubadzir karena di sana sini malah disalah fungsikan untuk parkir kendaraan dan dagang. Karenanya ketika Dishub DKI ajukan anggaran Rp 38 miliar untuk kembali membangun jalur sepeda sepanjang 535,68 Km, langsung sret….sret dicoret alias dinolkan.   Target itu memang terlalu kebanyakan. Sebab sejak dibangun tahun 2019, baru terwujud 300-an Km. Untuk mencapai target 535 Km, sepertinya masih jauh sekali. Apa lagi oleh DPRD DKI sudah langsung dicut untuk angg...

SPANDUK 'TOLAK ANIES BASWEDAN SAMPE KIAMAT' BERTEBARAN DI BONDOWOSO

Gambar
                   SPANDUK 'TOLAK ANIES BASWEDAN SAMPE KIAMAT' BERTEBARAN DI BONDOWOSO   Sejumlah spanduk berisi penolakan capres Anies Baswedan terpasang di sejumlah titik di Kabupaten Bondowoso. Spanduk itu diduga sengaja dipasang untuk menjatuhkan citra Anies. Pembuat spanduk tersebut mengatasnamakan dirinya sebagai 'Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu'.   Berdasarkan pantauan detikJatim, spanduk didominasi warna merah dan putih. Spanduk tersebut bertuliskan 'Bondowoso Menolak Anies Baswedan Sampai Kiamat'. Sampai saat ini belum diketahui siapa dalang di balik Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu tersebut.   Selain menolak Anies, spanduk itu juga berisi penolakan terhadap politik identitas, PA 212, serta khilafah.   Spanduk berukuran sekitar 5x1,5 meter itu diikatkan ke pohon. Satpol PP telah menurunkan spanduk-spanduk tersebut.   Ketua Jaringan Nasional (Jarnas) Anies Baswedan Bondowoso, Haris Humaidi mengatak...

11 JAM ANIES DI PERIKSA KPK TERKAIT FORMULA E, INI PENJELASAN KPK

Gambar
               Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan mengapa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dimintai keterangan dalam penyelidikan dugaan korupsi terkait Formula E hingga 11 jam. Firli menyebut Anies mungkin banyak mengetahui soal Formula E.   "Kalau ada yang bertanya, lama sekali diperiksanya? Permintaan keterangan atau pemeriksaan itu tidak bisa diukur lama atau sebentar. Bukan waktu yang dimaknai, tapi marilah kita memaknainya adalah mungkin yang diperiksa banyak pengetahuannya tentang suatu peristiwa," kata Firli Bahuri kepada wartawan, Kamis (8/9/2022).   "Sebagaimana yang saya sampaikan, dia tahu, dia mengalami, mendengar, dia melihat sendiri. Itu sudah empat unsurnya. Jadi panjang, pertanyaannya banyak," lanjutnya.   Firli juga menjelaskan penyebab KPK mengundang Anies untuk dimintai keterangan dalam proses penyelidikan. Dia mengatakan hal itu merupakan bagian dari proses hukum.   "Karena, untuk kepentingan pengumpulan...