Postingan

Menampilkan postingan dengan label ANTISIPASI SUBVARIAN COVID-19

JOKOWI: 448 JUTA VAKSIN COVID-19 SUDAH DISUNTIKAN

Gambar
  JOKOWI: 448 JUTA VAKSIN COVID-19 SUDAH DISUNTIKAN   Sudah 448 juta vaksin COVID-19 disuntikkan ke masyarakat Indonesia. Angka tersebut merupakan upaya dari banyak pihak demi meningkatkan kekebalan terhadap infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.   "Bapak ibu bisa membayangkan, bagaimana satu per satu 448 juta vaksin itu kita suntikkan. Bukan persoalan yang gampang," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi).   Selain mesti mengedukasi masyarakat mengenai manfaat vaksin COVID-19, aspek geografis Indonesia juga tidak semua mudah diakses.   "Geografi kita juga tidak mudah, ada laut, ada gunung, ada sungai semuanya dilalui untuk mencapai rakyat bisa disuntik dan rakyat mau disuntik," tutur Jokowi dalam Rakornas Transisi Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Jakarta pada Kamis (26/1/2023).   Ia pun mengucapkan terima kasih kepada tenaga kesehatan yang sudah bekerja keras memvaksinasi masyarakat. Tak ketinggalan, Jokowi juga mem...

GAWAT! OMICRON SUBVARIAN XBB TERDETEKSI DI INDONESIA, KEMENKES MINTA MASYARAKAT WASPADA

Gambar
    GAWAT! OMICRON SUBVARIAN XBB TERDETEKSI DI INDONESIA, KEMENKES MINTA MASYARAKAT WASPADA   Juru Bicara Kementerian Kesehatan M. Syahril mengungkapkan, kasus pertama XBB di Indonesia merupakan transmisi lokal. Varian XBB ini terdeteksi pada seorang perempuan berusia 29 tahun yang baru saja kembali dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.   “Ada gejala seperti batuk, pilek, dan demam. Ia kemudian melakukan pemeriksaan dan dinyatakan positif pada 26 September. Setelah menjalani isolasi, pasien telah dinyatakan sembuh pada 3 Oktober,” ujar Syahril.   Menyusul temuan ini, Kemenkes bergegas melakukan upaya antisipatif dengan  melakukan testing dan tracing terhadap 10 kontak erat. Hasilnya, seluruh kontak erat dinyatakan negatif COVID-19 varian XBB.   Syahril mengatakan meski varian baru XBB cepat menular, namun fatalitasnya tidak lebih parah dari varian Omicron. Kendati demikian negara belum bisa dikatakan aman dari pandemi COVID-19 sebab berbagai mutasi va...