Postingan

Menampilkan postingan dengan label JOKOWI UNDANG PRESIDEN FIFA

KANJURUHAN SIAP BERBENAH, JOKOWI INSTRUKSIKAN BANGUN ULANG SESUAI STANDAR FIFA

Gambar
     KANJURUHAN SIAP BERBENAH, JOKOWI INSTRUKSIKAN BANGUN ULANG SESUAI STANDAR FIFA   Presiden Joko Widodo mengatakan akan merobohkan Stadion Kanjuruhan untuk dibangun kembali sesuai standar FIFA.   Perobohan itu sebagai bentuk evaluasi sekaligus transformasi sepak bola Indonesia yang lebih baik setelah Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober.   Rencana pembangunan ulang Kanjuruhan dikatakan Jokowi sudah disampaikan kepada Presiden FIFA Gianni Infantino dalam pertemuan di Istana Merdeka, Selasa (19/10).   "Tadi saya juga menyampaikan dan FIFA mengapresiasi untuk Stadion Kanjuruhan di Malang juga akan kita runtuhkan dan kita bangun lagi sesuai dengan standar FIFA," kata Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (18/10).   Menurut Jokowi Stadion Kanjuruhan yang baru nanti akan jadi contoh bagi stadion-stadion lain di Indonesia. Salah satu faktornya mengutamakan keselamatan penonton dan pemain.   Dalam pembicaraan dengan Gianni Infantino, salah sa...

JOKOWI UNDANG PRESIDEN FIFA KE INDONESIA

Gambar
  Presiden Joko Widodo turut mengundang Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Gianni Infantino dan Presiden Komite Olimpiade Internasinal (IOC) Thomas Bach dalam puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-17 G20 di Bali pada 15-16 November 2022 mendatang.   Hal tersebut disampaikan IOC Member Erick Thohir di sela perayaan Olympic Day di Plaza Timur Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, akhir pekan lalu, Minggu 18 September 2022.   Dalam perhelatan G20, kata Erick, dia bersama Menpora Zainudin Amali, Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari, dan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan diminta mengawal kedatangan tamu undangan dari Presiden Jokowi.   "Karena ada Presiden IOC dan Presiden FIFA untuk ke acara G20. Tentu pesan yang mau disampaikan adalah kita jangan terlalu terjebak politik ke politik tapi masyarakat ke masyarakat harus didorong," ujar Erick.   "Kita patut mengajarkan pada dunia bahwa Indonesia yang memiliki bhin...