Postingan

Menampilkan postingan dengan label KETIDAKPASTIAN EKONOMI GLOBAL

MIMPI BESAR JOKOWI, 2023 INDONESIA MASUK 7 NEGARA DENGAN BRUTO TERBESAR DI DUNIA

Gambar
    Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis Indonesia akan masuk dalam jajaran 7 negara dengan produk domestik bruto atau GDP terbesar di dunia pada tahun 2030-an.   Dia mengatakan, hal tersebut bisa dicapai jika seluruh pihak tetap menjaga konsistensi dalam melakukan transformasi untuk mengelola potensi dan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia.   “Target dari yang sudah kita hitung nanti di tahun 2030-an, Indonesia akan masuk nomor 7 GDP yang paling besar dunia dan pada saat Indonesia emas, hitungan kita, kita sudah masuk ke 4 besar atau 5 besar ekonomi dunia, asal konsistensi ini terus kita jaga,” katanya saat meresmikan Pembukaan Kongres XII Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dan Munas XI Persatuan Istri Veteran Republik Indonesia (PIVERI) di Balai Sarbini, Jakarta, Selasa, (11/10/ 2022).   Presiden menyebut konsistensi yang harus dijaga adalah dalam transformasi pengelolaan sumber daya alam yang dimiliki, salah satunya adalah secara konsisten menghen...

PERPERANGAN RUSIA-UKRAINA MENJADI PENYEBAB KETIDAKPASTIAN EKONOMI GLOBAL

Gambar
        Perang antara Rusia dan Ukraina menjadi salah satu penyebab ketidakpastian ekonomi global. Hampir semua negara di dunia terkena imbas dari perang ini, khususnya karena krisis pangan dan energi yang dimunculkan.   Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan belum ada yang bisa memastikan kapan perang ini akan berakhir. Bahkan, Luhut sudah bertanya kepada sejumlah intelijen dunia yang dia kenal terkait perang tersebut.   "Sampai kapan perang ini? Dari semua intelijen yang saya tanya, jawabnya ketidakpastiannya tinggi," ujar Luhut dalam acara Perkenalan dan Silaturahmi Kadin Indonesia Komite Tiongkok, di Hotel Langham, Jakarta, Sabtu (24/7/2022).   Imbas perang ini, ujar Luhut, membuat dua hal dalam bahaya, yaitu pangan dan energi. Untuk Indonesia, Luhut mengatakan, kondisi pangan masih bisa terkendali. Namun untuk energi muncul kekhawatiran, karena Indonesia harus mengeluarkan subsidi energ...