Postingan

Menampilkan postingan dengan label BATASI EKSPOR TAMBANG

SINERGITAS TNI-POLRI, TINDAK TAMBANG ILEGAL

Gambar
  SINERGITAS TNI-POLRI, TINDAK TAMBANG ILEGAL   Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta TNI-Polri untuk menindak ekspor ilegal dan pertambangan ilegal. Jokowi menyebut ekspor ilegal mengganggu proses hilirisasi.   "Kalau yang namanya ekspor ilegal masih berjalan, yang namanya tambang ilegal masih berjalan, ya proses hilirisasi, proses industrialisasi itu menjadi terganggu, dan tugas TNI-Polri ada di situ," kata Jokowi seusai memberikan pengarahan di Rapat Pimpinan TNI 2023 di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (8/2/2023).   Jokowi mengatakan ekspor ilegal berdampak terhadap penerimaan negara yang berkurang. Menurut Jokowi, aparat sudah tahu tugas yang harus dilakukan terkait ekspor ilegal tersebut.   "Kalau ekspor ilegal misalnya timah masih berjalan, bauksit masih ada, batu bara masih ada, sehingga penerimaan negara menjadi sangat berkurang. Sehingga tugas TNI Polri. Kalau di laut ya polisi air, Bakamla, TNI AL, misalnya. Dan saya kira sudah ngerti apa y...

JOKOWI STOP EKSPOR MENTAH TEMBAGA SEGER!

Gambar
                 JOKOWI STOP EKSPOR MENTAH TEMBAGA SEGER!   Presiden RI Joko Widodo menegaskan bahwa dirinya akan segera mengumumkan kebijakan penghentian ekspor mentah tembaga, mengikuti langkah serupa yang sudah berlaku untuk nikel disusul bauksit per Juni nanti.   “Saya sudah sampaikan di Desember kemarin bauksit stop bulan Juni. Nanti sebentar lagi mau saya umumkan lagi tembaga stop tahun ini. Stop,” kata Jokowi saat menjadi pembicara kunci dalam Mandiri Investment Forum 2023 dilansir ANTARA, RABU (1/2/2023).   Jokowi menjelaskan bahwa pertimbangannya untuk menghentikan ekspor tembaga didasari hasil tinjauannya atas progres pembangunan fasilitas pemurnian (smelter) milik PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur, serta fasilitas serupa lain yang juga dibangun di Nusa Tenggara Barat (NTB).   “Saya cek kemarin smelternya Freeport dan smelter yang ada di NTB sudah lebih dari 50 persen jadi, Freeport itu sudah 51 persen....

Tegas! Jokowi Tantang Semua Negara Gugat Larangan Ekspor Bahan Mentah RI

Gambar
                   Tegas! Jokowi Tantang Semua Negara Gugat Larangan Ekspor Bahan Mentah RI   Presiden Jokowi menantang semua negara yang merasa dirugikan atas kebijakan larangan ekspor bahan mentah RI untuk menggugatnya ke WTO.   Ia mengatakan gugatan itu tak akan menyurutkan langkahnya sebagai pemimpin Indonesia.   "Meskipun kita digugat, tidak apa-apa. Nikel digugat, ini nanti yang kita umumkan hari ini digugat lagi, tidak apa-apa. Suruh gugat terus. Yang kedua digugat belum rampung, ketiga kita setop lagi. Digugat, tidak apa-apa," katanya dalam Outlook Perekonomian Indonesia 2023 di Jakarta, Rabu (21/12).   Jokowi hari ini mengatakan akan mengumumkan larangan ekspor salah satu komoditas mulai Rabu (21/12). Hal itu dilakukan demi menciptakan hilirisasi sehingga dapat menambah nilai tambah bagi Indonesia.   "Hari ini akan kita tambah lagi. Kalau kemarin stop nikel. Hari ini nanti akan kita umumkan lagi satu kom...

JOKOWI PUTUSKAN LARANGAN EKSPOR BIJIH BAUKSIT MULAI JUNI 2023

Gambar
                JOKOWI PUTUSKAN LARANGAN EKSPOR BIJIH BAUKSIT MULAI JUNI 2023   Pemerintah memutuskan melakukan pelarangan ekspor bijih bauksit sekaligus mendorong industri pengolahan dan pemurnian bauksit di dalam negeri. Kebijakan pelarangan tersebut akan mulai diberlakukan pada Juni 2023.   Kebijakan tersebut diumumkan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam pernyataan persnya, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (21/12/2022).   “Saya ulangi, mulai Juni 2023 pemerintah akan memberlakukan pelarangan ekspor bijih bauksit dan mendorong industri pengolahan dan pemurnian bauksit di dalam negeri,” ujar Presiden.   Dari industrialisasi bauksit di dalam negeri ini, kata Kepala Negara, diperkirakan pendapatan negara akan meningkat dari Rp21 triliun menjadi sekitar kurang lebih Rp62 triliun.   Presiden menegaskan, pemerintah terus berusaha untuk meningkatkan industri pengolahan sumber daya alam di dalam negeri. Pemerintah juga a...

JOKOWI TEGAS! INDONESIA TIDAK MAU DIPAKSA SOAL EKSPOR

Gambar
    JOKOWI TEGAS! INDONESIA TIDAK MAU DIPAKSA SOAL EKSPOR   Presiden Jokowi menegaskan Indonesia tidak mau dipaksa-paksa termasuk dalam mengekspor sumber daya alam yang dapat diolah di dalam negeri.   "Masa-masa kolonial telah meninggalkan trauma panjang bangsa kita. Kita dipaksa kerja paksa, kita dipaksa tanam paksa. Saat ini kita tidak mau dipaksa-paksa, termasuk kita tidak mau dipaksa untuk ekspor paksa," kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan virtual dalam acara Rapat Terbuka Peringatan Dies Natalis ke-73 UGM di Grha Sabha Pramana, UGM, Sleman, Senin (19/12/2022).   Di dalam KTT ASEAN-Uni Eropa, kata Presiden, Indonesia telah mempertegas posisinya bahwa dalam kerja sama antarnegara tidak sekadar untuk maju bersama tetapi juga maju setara.   Dengan demikian, kata dia, tidak ada satu pihak pun yang berhak memaksakan kehendak dan menggunakan standarnya untuk dipaksakan ke pihak lain.   Menurut Jokowi, Indonesia berpeluang menjadi lumbung pangan...

KEBIJAKAN JOKOWI BATASI EKSPOR RAW MATERIAL DIANGGAP TEPAT

Gambar
  KEBIJAKAN JOKOWI BATASI EKSPOR RAW MATERIAL DIANGGAP TEPAT   Kebijakan Presiden Joko Widodo yang membatasi kegiatan ekspor barang mentah (raw material) dinilai sebagai langkah yang sangat tepat. Kebijakan Presiden RI ke-7 itu pun mendapat banyak apresiasi dari masyarakat.   Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jambi (Unja) Dr Junaidi menjadi salah satu tokoh yang ikut mengapresiasi kebijakan pembatasan raw material oleh Jokowi. Dengan langkah tersebut, kebocoran nilai suatu komoditi bisa ditekan.   “Ekspor dari pengolahan, kita tahu pengolahan hasil pertanian kita, pertambangan kita banyak yang bahan mentah. Ini menimbulkan banyak kebocoran dari sisi nilai tambah,” terang Junaidi dalam keterangan tertulis, Minggu (16/10).   Melalui pembatasan raw material, Junaidi mengatakan nilai tambah sebuah barang akan meningkat. Sehingga, lanjutnya, akan berdampak baik pada kesejahteraan masyarakat.   “Dengan pengolahan di dalam neg...