Postingan

Menampilkan postingan dengan label INDUSTRI BATERAI RI

JOKOWI YAKIN RI BISA KUASAI PRODUKSI BATERAI KENDARAAN LISTRIK

Gambar
                   JOKOWI YAKIN RI BISA KUASAI PRODUKSI BATERAI KENDARAAN LISTRIK   Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini Indonesia bisa menjadi negara yang memimpin industri baterai electronic vehicle (EV) atau kendaraan listrik.   Hal ini mengingat Indonesia memiliki sumber daya alam yang mendukung untuk membangun ekosistem industri baterai kendaraan listrik yang terintergrasi.   Ia mengatakan, Indonesia memiliki kekayaan alam mulai dari nikel, tembaga, bauksit, hingga timah, yang merupakan bahan baku dari pembuatan baterai kendaraan listrik.   "Yang ingin kita bangun adalah sebuah ekosistem besar, contohnya ekosistem baterai mobil listrik maupun motor listrik. Apa yang tidak kita punya untuk mencapai ke sana? Kita punya kok nikel, tembaga, bauksit, timah, yang engga punya hanya lithium," kata Jokowi dalam Rapimnas Kadin 2022 di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (2/12/2022).   Kepala negara itu mengungkapkan, sa...

HILIRISASI NIKEL, SOKONG RI JADI 'RAJA' BATERAI LISTRIK DUNIA

Gambar
                    Indonesia sukses menjalankan hilirisasi nikel. Dalam sekejap, pendapatan negara dari ekspor nikel yang bernilai tambah itu melejit sampai 2.300% atau menjadi Rp 360 triliun dari yang sebelumnya di tahun 2019 hanya Rp 15 triliun.   "Ini sekarang sudah melompat di angka Rp 360 triliun dari Rp 15 triliun. Itu baru satu komoditas, satu barang," mengutip ucapan Presiden RI Joko Widodo, dalam acara BNI Investor Daily Summit 2022, Selasa (11/10/2022).   Komitmen Indonesia menjalankan hilirisasi di sektor pertambangan memang tak main-main, khususnya nikel. Dengan sumber daya nikel yang terbesar di dunia, Indonesia bisa menjadi 'raja baterai listrik di dunia' tatkala nikel bisa dimanfaatkan dari hulu sampai ke hilir.   Sebab, masa depan nikel di pasar global cukup cerah seiring hadirnya industri kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) yang terus tumbuh. Maklum, nikel merupakan bahan baku utama dalam pembuatan ba...

MANTAP! INDUSTRI BATERAI RI DIBANJIRI INVESTASI RP 225 T

Gambar
  Industri baterai kendaraan listrik dalam negeri mendapatkan investasi senilai US$ 15 miliar atau sekitar Rp 225 triliun (kurs Rp 15.000) hasil kerja sama PT Industri Battery Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) dengan perusahaan China, PT Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL) dan LG Energy Solution asal Korea Selatan (Korsel).   Hal tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang menilai investasi tersebut sebagai bukti keyakinan investor ke Indonesia.   "Kita menyambut baik kerja sama investasi dari dua perusahaan besar asal Cina dan Korsel. Hal ini memberi bukti bahwa investor yakin dengan keseriusan Indonesia dalam pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik," kata Erick dalam keterangan resmi, Jumat (5/8/2022).   Menurut Erick, investasi CBL dan LG Energy Solution untuk inisiatif proyek aki kendaraan listrik terintegrasi selaras dengan rencana pengembangan baterai kendaraan li...