BKKBN: BANTUAN DI DKI BANYAK, HARUSNYA TAK ADA PENDUDUK MISKIN EKSTREM
BKKBN: BANTUAN DI DKI BANYAK, HARUSNYA TAK ADA
PENDUDUK MISKIN EKSTREM
Sekretaris
Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Tavip Agus
memandang semestinya tak ada lagi penduduk Jakarta yang mengalami kemiskinan
ekstrem. Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan berbagai program
bantuan sosial terkait pengentasan kemiskinan.
Hal ini
disampaikan Tavip menyikapi angka miskin ekstrem di DKI Jakarta yang melonjak
menjadi 95.668 penduduk. Tavip juga menilai penanganan kemiskinan ekstrem erat
kaitannya dengan penanganan stunting.
"Khususnya
dikaitkan dengan bantuan-bantuan di DKI sebetulnya udah banyak. Dari jumlah
bantuan yang ada, logikanya harusnya udah nggak ada penduduk miskin
ekstrem," kata Tavip di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka
Selatan, Jakarta Pusat, Senin (30/1/2023).
Tavip
memandang selama ini Pemprov DKI telah mengintervensi masyarakat miskin Ibu
Kota dengan beragam skema bantuan sosial. Karena itulah, Tavip meyakini ada
faktor lain yang mempengaruhi peningkatan angka miskin ekstrem di Ibu kota.
Sekadar
informasi, bantuan sosial yang selama ini tersedia antara lain Kartu Jakarta
Pintar (KJP), Kartu Pekerja Jakarta, dan pangan bersubsidi.
"Karena
sebetulnya orang-orang yang ada di DKI sudah diintervensi dengan berbagai skema
yang ada. Inilah justru sedang dicari akar persoalan nya. Makanya itulah nanti
dari profiling di lapangan itu harapannya bisa ditemukan," jelasnya.
Senada
dengan Tavip, Kepala Bagian Umum BPS DKI Jakarta Suryana juga sepakat
semestinya tak ada lagi penduduk miskin ekstrem jika bantuan sosial diterima
oleh seluruh warga miskin. Kendati begitu, faktanya berbanding terbalik dengan
teori semestinya.
"Seandainya
warga DKI itu telah menerima seluruh treatment pengentasan kemiskinan
seharusnya miskin ekstrem di DKI Jakarta, itu sudah tidak ada. Tapi faktanya,
dari BPS masih menemukan baik di survei sosial ekonomi nasional yang
diselenggarakan pada bulan Maret dan September, setiap tahunnya masih ada
sampel-sampel rumah tangga yang teridentifikasi sebagai penduduk miskin
ekstrem," ucapnya.
Karena
itulah, kata dia, dalam waktu dekat pemerintah bakal memverifikasi data
kemiskinan ekstrem di lapangan. Setelah itu, baru bisa ditentukan langkah
intervensi terbaik menuntaskan masalah ini.
"Tadi
arahan dari Pj Gub bahwa akan menelusuri siapa, di mana nya akan melakukan
verifikasi data kemudian dilakukan semacam intervensi terbaik apa yang harus
dilakukan agar kemiskinan ekstrem di DKI Jakarta bisa tertuntaskan,"
imbuhnya.

Komentar
Posting Komentar