4 ARAHAN JOKOWI TINGKATKAN PRODUK LOKAL
4 ARAHAN JOKOWI TINGKATKAN PRODUK LOKAL
Presiden RI
Joko Widodo mengimbau pemerintah untuk menginisiasi berbagai terobosan dalam
meningkatkan penggunaan produk dan belanja dalam negeri. Presiden meminta agar
peningkatan target penggunaan produk dalam negeri harus diimbangi dengan upaya
perbaikan ekosistem.
Perbaikan
ini tentu dilakukan sekaligus agar tuntutan kebutuhan di dalam negeri dapat
terpenuhi. "Untuk itu saya minta dilakukan perbaikan besar-besaran dari
hulu sampai hilir," ujar Presiden Jokowi dalam Rapat Koordinasi Monitoring
Implementasi Instruksi Presiden (Inpres) No. 2/2022, secara daring, di
Kabupaten Tangerang, Selasa (29/11).
Presiden
Jokowi menguraikan empat strategi yang harus dilakukan pemerintah untuk
meningkatkan penggunaan produk dalam negeri. Pertama, memperbanyak produk dalam
negeri yang memiliki sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) agar
kualitas produk dalam negeri semakin meningkat. "Tapi proses pengurusan
sertifikasi untuk produk usaha mikro, usaha kecil dan koperasi harus
dipermudah. Jangan sampai menyulitkan dan memperberat," tuturnya.
Kedua,
mempercepat proses digitalisasi untuk peningkatan penetapan produk dalam negeri
serta produk mikro, kecil, dan koperasi. Presiden meminta agar pembelian
produk-produk tersebut dapat tayang dalam katalog elektronik maupun pada toko
daring.
Instansi
pemerintah juga diminta mengimplementasikan penggunaan kartu kredit pemerintah
atau pemerintah daerah. Ketiga, meningkatkan riset untuk menghasilkan produk
substitusi impor. "Keempat, berikan insentif bagi investor dan industri
yang mengembangkan dan memproduksi produk substitusi impor," tandas Kepala
Negara.
Presiden
Jokowi menilai pembelian produk-produk dalam negeri dapat membuka lapangan
kerja dan menghidupkan industri-industri kecil di dalam negeri. Dampaknya
adalah perekonomian nasional akan terus bergerak dan tumbuh secara
berkelanjutan.
Berdasarkan
laporan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP),
penggunaan produk dalam negeri saat ini mencapai angka Rp 547 triliun atau 44,9
persen. Capaian ini dinilai sudah baik dan menunjukkan belanja produk dalam
negeri sudah semakin meningkat.
Namun
Presiden mengingatkan bahwa belanja produk dalam negeri di tahun 2023 harus
lebih ditingkatkan lagi. "Sebaliknya penggunaan produk-produk impor harus
semakin kecil dan dihilangkan," tegasnya.
Mengamini
arahan Presiden, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
(PANRB) Abdullah Azwar Anas menuturkan bahwa peningkatan penggunaan produk
dalam negeri menjadi isu aktual presiden yang harus segera direspons.
Peningkatan penggunaan produk dalam negeri menjadi salah satu fokus dalam Reformasi
Birokrasi Tematik.
"Kami
sudah sudah putuskan dan berdiskusi dengan Bapak Presiden terkait prioritas
aktual prioritas Bapak Presiden. Yang akan kita nilai dan kita masukkan ke RB
Tematik adalah peningkatan produk dalam negeri melalui e-katalog," terangnya.
Mantan
Kepala LKPP ini menilai, penggunaan produk dalam negeri sebagai bagian dari
penilaian Reformasi Birokrasi instansi pemerintah akan mendorong penggunaan
anggaran pemerintah yang tepat sasaran, efisien, serta memprioritaskan
penggunaan produk dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan barang, jasa dan modal
pemerintah.
"Kalau
belanja e-katalognya lebih besar dan produk dalam negerinya lebih besar maka
nilai RB Bapak/Ibu akan lebih bagus," jelasnya.
Anas menilai
saat ini penggunaan e-katalog di lingkup pemerintah daerah masih cukup minim.
Oleh karena ini penilaian RB melalui penggunaan produk dalam negeri akan terus
digencarkan mengingat isu tersebut merupakan salah satu target prioritas
Presiden.
"Kalau
pelayanan bagus tapi penggunaan produk dalam negerinya rendah dan diukur dengan
e-katalognya tidak signifikan maka target RB tidak akan berhasil," pungkas
mantan Bupati Banyuwangi tersebut.

Komentar
Posting Komentar