Jokowi mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melindungi masyarakat dari potensi pandemi dan mendorong pemulihan ekonomi.


 Jokowi mengatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus difokuskan untuk melindungi masyarakat dari potensi pandemi dan mendorong pemulihan ekonomi.


"Kita harap dengan efisiensi belanja maka kita bisa melakukan konsolidasi fiskal. Namun ini harus tetap melindungi perekonomian melalui belanja kesehatan dan tetap mendorong pemulihan ekonomi," kata Suahasil Nazara.


Menurut Suahasil, dengan perekonomian yang mulai pulih setelah terdampak COVID-19, penerimaan negara juga mulai meningkat sebagaimana tampak dari realisasi pendapatan negara pada September 2022 yang tumbuh 45,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


Jokowi juga akan menjaga pertumbuhan ekonomi melalui penguatan koordinasi antara pengambil kebijakan fiskal dengan moneter yang terwadahi dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).


Koordinasi juga diperlukan di tengah kondisi perekonomian global yang diperkirakan akan mengalami resesi pada 2023 mendatang.


"Kita kurangi harga dengan mengurangi likuditas melalui peningkatan suku bunga acuan yang harus dicocokkan dengan kebijakan fiskal dan APBN yang kita normalisasi menuju defisit ke bawah 3 persen," kata Suahasil.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TINGKATKAN KESEJAHTERAAN PENGAJAR KEAGAMAAN, GANJAR GELONTORKAN 247,6 MILIAR UNTUK GURU NGAJI DAN MADIN SELAMA 2022

BEDA NASIB! ANIES DISAMBUT PENOLAKAN DARI KELOMPOK MASYARAKAT JEMBER

DUET GANJAR-GIBRAN, TAMBANG ILEGAL DI WILAYAH INI TUTUP 100%