JOKOWI LAYAK, MENYANDANG SEBAGAI SEKJEN PBB USAI PENSIUN
JOKOWI LAYAK,
MENYANDANG SEBAGAI SEKJEN PBB USAI PENSIUN
Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia
Perjuangan (PDIP) Said Abdullah menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) layak
menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa -bangsa (Sekjen PBB) usai
menyelesaikan tugas pada 2024 mendatang.
"Karena legacy yang luar biasa,
maka layak mantan Presiden Jokowi berhenti atau 20 Oktober itu dijadikan Sekjen
PBB," kata Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin (14/11).
Ia berkata Jokowi telah membangun
jaringan internasional yang luas dalam 10 tahun terakhir. Menurutnya, jaringan
itu sangat dibutuhkan oleh Indonesia dan dunia dalam menghadapi perubahan
iklim.
Selain itu, Said bilang, Jokowi juga
sudah menunjukkan kapasitasnya di kepemimpinan nasional dalam mendorong isu-isu
lingkungan selama ini.
"Misalnya saja, beliau telah
mendeklarasikan pemerintahan di bawah kepemimpinannya pada 2025 tidak akan
bangun pembangkit listrik berbasis fosil. Terbaru, Jokowi juga mendorong
perubahan moda transportasi yang selama ini bertumpu pada BBM, untuk beralih ke
moda transportasi berbasis listrik, setidaknya bisa dimulai dari internal
pemerintahan," katanya.
"Dampaknya tentu akan makin
mendorong pola konsumsi energi yang rendah emisi," imbuh dia.
Jokowi dalam wawancara dengan The
Economist baru-baru ini mengungkap rencananya usai lengser dari kursi presiden
2024 mendatang.
Jokowi bilang ia pulang ke kampung
halamannya di Solo, Jawa Tengah dan hidup bermasyarakat sebagai warga negara biasa.
Jokowi juga mengungkap keinginan aktif di bidang lingkungan selepas jadi
presiden.
Said berharap Jokowi bisa lebih dari
sekedar tokoh bidang lingkungan selepas tidak menjabat sebagai Presiden.
Pasalnya, menurutnya, gaya kepemimpinan
Jokowi di kancah internasional bisa diterima oleh semua pihak, contohnya dalam
upaya menyelesaikan konflik antara Rusia dan Ukraina.
Bahkan, dia bilang, Jokowi juga bisa
menjadi jembatan bagi Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat
Joe Biden.
"Kepemimpinan Jokowi juga bisa
mendorong partisipasi lebih luas negara negara negara Arab di Indonesia,
seperti Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab," ujar dia.
Mempertimbangkan kapasitas Jokowi itu,
Said berkata, sudah sepantasnya pemerintah Indonesia dan negara-negara di
kawasan ASEAN mendorong Jokowi menjadi Sekjen PBB.
Ia pun berharap sosok Presiden RI
pengganti Jokowi nantinya memperjuangkan hal tersebut.
"Jadi, ada waktu dua tahun bagi
pemerintahan terpilih pengganti Presiden Jokowi untuk memperjuangkan beliau menjadi
Sekjen PBB," tutur Said.

Komentar
Posting Komentar