PSSI NGEYEL! REKOMENDASI TGIPF KANJURUHAN DI TOLAK
PSSI NGEYEL!
REKOMENDASI TGIPF
KANJURUHAN DI TOLAK
Tim Gabungan Independen Pencari Fakta
(TGIPF) Tragedi Kanjuruhan mengeluarkan rekomendasi agar kepengurusan PSSI
dirombak melalui Kongres. Rekomendasi ini ditolak PSSI!
Beberapa rekomendasi TGIPF antara lain
PSSI harus menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk memilih Ketua Umum, Wakil
Ketua, hingga jajaran anggota Exco. Selain itu, TGIPF juga merekomendasikan
Ketua Umum Mochamad Iriawan dan jajaran Exco untuk mengundurkan diri.
Dikutip dari detikSport, PSSI melalui
anggota Komite Eksekutif (Exco) Ahmad Riyadh, menyatakan bahwa federasi menolak
rekomendasi TGIPF Tragedi Kanjuruhan. PSSI tidak akan melaksanakan
rekomendasi-rekomendasi yang dikeluarkan TGIPF pada, Jumat (14/10).
Ada alasan kenapa PSSI tidak mau
melaksanakan rekomendasi itu. Menurut Ahmad Riyadh, PSSI punya langkah sendiri
yang akan ditempuh federasi.
"Pemerintah lewat Menpora Zainudin
Amali sudah berbicara. KLB itu urusan antara PSSI dengan FIFA. Pemerintah tidak
bisa ikut campur," kata Ahmad Riyadh kepada wartawan.
"Tidak ada KLB. Tahun depan juga
sudah KLB. Sesuai jadwalnya saja. Sebab yang berhak minta KLB adalah anggota
kami (voters)," ujarnya menambahkan.
Pernyataan Ahmad Riyadh mengacu ke
ucapan Menpora Zainudin Amali sebelumnya yang menyebut pemerintah berhati-hati
untuk tak ikut campur tangan. Salah-salah langkah, Indonesia bisa kena sanksi
FIFA jika ada anggapan pemerintah mengintervensi PSSI.
KLB pun butuh waktu persiapan yang lama.
Setidaknya harus dibentuk Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan
(KBP) terlebih dahulu sebelum menggelar KLB PSSI.
Menurut Ahmad Riyadh, hal itu dinilai
buang-buang waktu. Apalagi KLB empat tahunan juga sudah dipastikan akan digelar
tahun depan seiring masa jabatan kepengurusan PSSI 2019-2023 yang bakal
berakhir.
"Jika ada anggota PSSI meminta KLB
pada besok, lusa, atau bulan depan, itu harus dibicarakan lebih dulu. Tidak
bisa langsung. Sebab, kan ada tahapannya. Ada caranya, tapi tetap berasal dari
anggota," ucap Ahmad Riyadh.

Komentar
Posting Komentar