JOKOWI SIAPKAN DANA RP 3.061 T LAWAN BADAI RESESI DI 2023
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
(APBN) 2023 telah resmi disahkan menjadi Undang-Undang dalam sidang paripurna
DPR, Kamis (29/9/2022). Belanja pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) untuk tahun
depan dipatok sebesar Rp 3.061,2 triliun.
Presiden Jokowi di dalam pengarahan di
acara UOB Economic Outlook 2023 kemarin, di Jakarta menyampaikan bahwa
perekonomian global ke depan masih penuh ketidakpastian.
Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan
endurance atau daya tahan yang berkepanjangan. Pengeluaran alias belanja setiap
satu persen rupiah di dalam APBN diminta untuk 'dieman-eman' alias
dihemat-hemat, produktif, dan memberikan imbal balik yang jelas.
"Saya selalu sampaikan ke Bu
Menteri Keuangan (Sri Mulyani Indrawati). Kalau punya uang kita di APBN Kita
harus 'dieman-eman', dijaga hati-hati. Mengeluarkannya harus produktif, harus
memunculkan return yang jelas," jelas Jokowi, dikutip Jumat (29/9/2022).
Menteri Keuangan Sri Mulyani
menjelaskan, tahun depan merupakan kali kedua Indonesia memiliki target belanja
hingga di atas Rp 3.000, dengan rincian pemerintah pusat akan membelanjakan Rp
2.246,5 triliun, serta transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp 814,7
triliun.
"Ini untuk kedua kalinya APBN
mencapai di atas Rp 3.000 triliun, tahun ini juga sudah menembus Rp 3.000
triliun," jelas Sri Mulyani saat konferensi pers di Gedung DPR kemarin,
Kamis (29/9/2022).
"Belanja pemerintah pusat, belanja
K/L dan non K/L adalah untuk menjaga rakyat dan perekonomian agar bisa terus
melanjutkan momentum pemulihan ekonomi, menurunkan kemiskinan, dan menjaga agar
daya beli bisa terpelihara," kata Sri Mulyani lagi.
Di samping itu, kata Sri Mulyani belanja
negara di tahun depan akan diarahkan untuk melanjutkan reformasi terutama untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan kualitas
pendidikan, transformasi sistem kesehatan, akselerasi perlindungan sosial
sepanjang hayat, serta meningkatkan efektivitas implementasi reformasi
birokrasi.
Selain itu, arah kebijakan belanja
pemerintah di 2023 juga untuk melanjutkan pembangunan melalui percepatan
pembangunan infrastruktur pendukung transformasi ekonomi, revitalisasi industri
bernilai tambah dan berorientasi ekspor, adaptasi teknologi hijau dan
pengembangan EBT, dan mitigasi risiko fiskal dalam pelaksanaan APBN.
"Serta meningkatkan efisiensi
belanja barang non prioritas, ketepatan sasaran penyaluran program bansos dan
subsidi, serta meningkatkan sinkronisasi belanja bantuan pemerintah,"
jelas Sri Mulyani.

Komentar
Posting Komentar