JOKOWI MENGINGATKAN, PEMILU DAN PILPRES 2024 TAK DIWARNAI POLITIK IDENTITAS
Peserta Program Pendidikan Reguler
Angkatan (PPRA) 63 dan 64 Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) RI bertemu
dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Oktober 2022.
Gubernur Lemhanas RI Andi Widjajanto menyebut dalam pertemuan itu pihaknya
menyerahkan hasil kajian beberapa isu kepada Jokowi.
"PPRA 63 dan 64 sama-sama
memberikan hasil kajian mereka yang sudah diseminarkan, PPRA 63 memberikan
kajian mengenai konsolidasi demokrasi. Bagaimana mereduksi politik
identitas," kata Andi di Istana Negara, Jakarta Pusat.
Sementara untuk PPRA 64, Andi menyebut
memberikan kajian tentang kepemimpinan G20. Dalam kajian itu, dijabarkan
bagaimana memperkuat kolaborasi demi meningkatkan konektivitas dan rantai pasok
global setelah Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 itu selesai dilaksanakan
pada November 2022.
"Kedua kajian diterima Presiden,
dipaparkan kajian dan inti-inti yang diperoleh PPRA 63 dan 64," kata Andi.
Lemhanas rajin
memberikan kajian kepada Presiden Jokowi
Lebih lanjut, Andi menjelaskan Lemhanas
RI selama ini rutin melakukan kajian mingguan hingga bulanan. Kajian tersebut
disesuaikan dengan kebutuhan Presiden. Untuk tahun ini, Andi menyebut Presiden
Jokowi meminta untuk fokus melakukan antisipasi dan mitigasi krisis energi
pangan dan keuangan.
"Presiden minta kajiannya bersifat
makro, bersifat mikro dikombinasikan, dan juga harus detail dalam
rekomendasikan kepada Presiden arah arah kebijakan ke depan," kata Andi.
Lebih lanjut, Andi menyebut studi yang
dilakukan Lemhanas saat ini berfokus pada lima hal sesuai pesanan Presiden
Jokowi. Kelimanya antara lain tentang konsolidasi demokrasi, transformasi
digital, ekonomi hijau, ekonomi biru, dan IKN.
Mengenai hasil kajian itu, Andi menolak
membukanya ke publik. Sebab, ia menyebut hasil kajian Lemhanas hanya
diperuntukan untuk Presiden. Pihaknya memerlukan arahan dari Jokowi untuk
membuat hasil kajian tersebut ke publik.
Kekhawatiran kembali munculnya politisasi
identitas dalam Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024
mulai mencuat belakangan ini. Hal tersebut bahkan sudah mulai terlihat di dunia
maya dengan penyebutan Partai NasDem sebagai Nasdrun, merujuk pada istilah
kadrun yang sempat mencuat pada Pemilu dan Pilpres 2019.
Presiden Jokowi sendiri sudah
mengingatkan agar Pemilu dan Pilpres 2024 tak diwarnai politik identitas. Hal
itu sempat diungkapkan Jokowi saat berpidato pada Sidang Tahunan MPR 2022 di
Gedung MPR, 16 Agustus 2022.

Komentar
Posting Komentar