2 INSAN GROUP MIND ID DIANUGERAHI TANDA KEHORMATAN SATYALANCANA WIRA KARYA OLEH PRESIDEN JOKOWI
Dua insan grup BUMN
Holding Industri Pertambangan MIND ID memperoleh tanda kehormatan Satyalancana
Wira Karya dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka adalah VP Perawatan Alat
Produksi dan Penunjang Tambang PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Slamet Widodo, serta VP
Pengelolaan Lingkungan & Penunjang Tambang PTBA Amarudin.
Tanda Kehormatan
diberikan pada Slamet Widodo karena prestasinya dalam inovasi pemanfaatan
teknologi digital. Sedangkan Amarudin berhasil menerapkan Green Mining System.
Keduanya juga dinilai berjasa pada negara Indonesia dalam bidang pertambangan,
sehingga bermanfaat bagi lingkungannya dan dapat dijadikan teladan bagi orang
lain.
Selain mereka,
penghargaan Satyalancana Wira Karya juga diberikan kepada pegawai di lingkungan
Kementerian ESDM dan BUMN di sektor energi lainnya pada Hari Ulang Tahun ke-77
Republik Indonesia, Rabu (17/8).
"Sebagai Holding
Industri Tambang di Indonesia kami bangga atas prestasi yang diraih ke-2 insan
dari PTBA. Hal ini sejalan dengan salah satu pilar sustainability pathway MIND
ID, yaitu people. Di mana MIND ID mendorong komitmen yang kuat dan
berkesinambungan terhadap aspek pengembangan kompetensi setiap karyawannya
serta menciptakan ekosistem lingkungan kerja yang terus berinovasi," ujar
Direktur Pengembangan Usaha MIND ID Dilo Seno Widagdo dalam keterangan
tertulis, Sabtu (20/8/2022).
Sementara itu, Direktur
Utama PTBA Arsal Ismail berharap jajarannya bisa terdorong untuk membuat
pembaruan dalam rangka mewujudkan transformasi PTBA.
"Kami memberikan
kesempatan kepada setiap insan PTBA untuk mengembangkan diri dan berinovasi
untuk kebaikan bersama, perusahaan dan Indonesia. Dengan demikian, PTBA dapat
terus melakukan kegiatan penambangan yang lebih optimal, efisien, dan berkelanjutan,"
tuturnya.
Diketahui, Widodo
berhasil mendorong inovasi optimasi dan integrasi Coal Handling Facility (CHF)
System melalui penerapan teknologi industri 4.0 di PTBA. Berkat inovasi
tersebut, pengisian dan penimbangan batu bara ke gerbong kereta api kini dapat
dilakukan secara otomatis dan bisa dipantau melalui ponsel. Waktu proses
pengisian batu bara ke gerbong kereta pun menjadi lebih cepat. Dengan kapasitas
pengeluaran batu bara dari lokasi tambang ke pelabuhan yang lebih besar
dibanding pesaing.
Selain itu, Widodo
bersama jajaran Satuan Kerja Perawatan Listrik juga membuat System Monitoring
Operasional terintegrasi. Inovasi ini mampu menghapus hambatan jarak tempuh
dalam melakukan software maintenance, troubleshooting, dan analisa terhadap sistem
kendali di PTBA. Analisa data pun lebih mudah dan akurat karena semua data
operasional disimpan secara otomatis dan real time.
Sedangkan Amarudin dianugerahi Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya karena
inovasi dalam metode floating wetland sebagai upaya pengendalian air asam
tambang. Amarudin bersama jajaran Satuan Kerja Pengelolaan Lingkungan &
Penunjang Tambang (PLPT) memanfaatkan tanaman akar wangi untuk memurnikan air
asam tambang.
Dalam pemanfaatan akar
wangi itu, dilakukan inovasi dengan constructed floating wetland di mana akar
wangi tersebut tetap dapat optimal dalam menyerap logam berat walaupun ditanam
pada kondisi berair.
Untuk diketahui,
constructed floating wetland berperan sebagai media tanam agar akar wangi bisa
tumbuh di tanah, namun akarnya dapat berada di air asam tambang. Tanaman akar
wangi mengumpulkan logam berat melalui akar, lalu diakumulasi di dalam
tubuhnya. Karena itu akar wangi dipanen secara berkala, kemudian dijadikan
bahan baku pupuk kompos untuk dimanfaatkan pada reklamasi lahan tambang. Selain
akar wangi, metode ini juga memanfaatkan tanaman lain seperti eceng gondok dan
kiambang.

Komentar
Posting Komentar